Showing posts with label IPS. Show all posts
Showing posts with label IPS. Show all posts

Kerajaan Majapahit

January 30, 2016
1.     Kerajaan Majapahit ( XIII-XVI Masehi )


Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Indonesia. Kerajaan ini terpusat di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Pada masa kejayaanya, hampir menguasai seluruh wilayah Indonesia. Berita mengenai kerajaan Majapahit disebutkan dalam kitab-kitab kuno seperti Pararaton, Negarakertagama, dan Sundayana. Kitab Pararaton menjelaskan tentang silsilah raja-raja Singasari dan Majapahit. Kitab Negarakertagama menjelaskan keadaan kota Majapahit, daerah jajahan, dan perjalanan Hayam Wuruk mengelilingi daerah kekuasannya. Kitab Sundayana menjelaskan tentang Perang Bubat. Selain itu, Kitab Ying Yai dan kitab Suma Oriental menceritakan keadaan masyarakat dan Kota Majapahit pada tahun 1418 dan 1518.

a.      Kondisi geografis
Daerah Majapahit subur karena keberadaan Sungai Brantas yang mengandung sedimen lumpur yang berguna untuk tanah-tanah pertanian di sepanjang aliran sungai. Hal ini menyebabkan lahan pertanian di daerah Majapahit baik dan dapat menikmati swasembada beras. Sungai Brantas memiliki peranan penting, selain menunjang kegiatan pertanian, melalu Sungai Brantas Majapahit berkembang menjadi kerajaan maritim terbesar di Indonesia. Sungai Brantas menjadi sarana transportasi dan jalur perdagangan yang penting bagi perekonomian Majapahit. Sungai ini menghubungkan wilayah pedalaman dan pesisir Majapahit.
b.      Kehidupan politik
Kerajaan Majapahit adalah penerus Kerajaan Singasari yang didirikan Ken Arok. Nama Majapahit diambil karena disekitar Desa Majapahit, ditemukan banyak buah maja yang rasanya pahit. Pada tahun 1293 Raden Wijaya dinobatkan menjadi Raja Majapahit dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana.
Setelah wafat, Raden Wijaya digantikan putranya yang bernama Jayanegara. Pemerintahan Jayanegara dirongrong oleh sejumlah pemberontakan istana. Pada tahun 1318 dan 1819 terjadi pemberontakan yang membahayakan kedudukan raja. Pemberontakan tersebut dipimpin oleh Ra Kuti dan Ra Semi.
Di tengah pemberontakan tersebut muncul nama Gajah Mada. Ia adalah komandan pasukan Bhayangkari, yaitu pasukan pengawal raja yang bertugas melindungi Jayanegara saat mengungsi. gajah Mada bersama pasukan Bhayangkari berhasil menumpas pemberontakan Ra Kuti dan Ra Semi. Atas jasanya tersebut Gajah Mada diangkat menjadi patih di Kahuripan (1319-1321) kemudian di Daha (1322-1930)
Pada masa pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi(1328-1350), Gajah Mada dangkat sebagai Mahapatih Majapahit. Dalam upacara pelantikan tersebut, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa. Dalam sumpahnya tersebut, Gajah Mada berjanji tidak akan menikmati kesenangan sebelum mampu menyatukan Indonesia di bawah kekuasaan majapahit.


Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit memiliki struktur pemerintahan dan susunan birokrasi yang teratur. Pada masa ini raja masih dianggap sebagai penjelmaan dewa di dunia dan memegang otoritas politik tertinggi. Dalam menjalankan pemerintahan raja dibantu oleh sejumlah pejabat birokrasi sebagai berikut :
1)     Rakryan Mahamantri Katrini (biasanya dijabat oleh putra-putra raja). Jabatan Rakryan Mahamantri Katrini terdiri atas Mahamantri i Hino, Mahamantri i Hulu, serta Mahamantri i Sirikan.
2)     Rakryan Mantri ri Pakira-kiran (Dewan Menteri yang melaksanakan pemerintahan). Jabatan Rakryan Mantri ri Pakira-kiran terjadi atas pejabat berikut ini :
a)     Rakryan Mahapatih (Panglima/Hamangkubhumi)
b)     Rakryan Tumenggung (Panglima Kerajaan)
c)     Rakryan Demung (Pengatur Rumah Tangga Kerajaan)
d)     Rakryan Kemuruhan (Penghubung dan tugas-tugas protokoler)
e)     Rakryan Rangga (Pembantu Panglima)
3)     Dharmadyaks (pejabat hukum keagamaan), yang terdiri atas Dharmadyaksa ring kaisawan (Agama Hindu) dan Dharmadyaksa ring Kasogatan (Agama Buddha)
4)     Dharma-upapatti (para pejabat keagamaan)
Masih terdapat sejumlah raja daerah yang masuk birokrasi pemerintah Majapahit. Raja daerah tersebut bergelar Paduka Bhattara (Bhre). Gelar ini merupakan gelar tertinggi bangsawan Majapahit. Tugas para Paduka Bhattara adalah mengelola wilayah kerajaan bawahan, memungut pajak, dan mengirim upeti atau pajak ke kerajaan pusat.
Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit terdiri atas dua belas kerajaan bawahan yang diperintah oleh para Paduka Bhattara. Seementara itu, struktur Kerajaan Majapahit terbagi dalam beberapa wilayah administrasi sebagai berikut :
1)     Bhumi, yaitu wilayah kerajaan pusat yang dipimpin oleh raja.
2)     Nagara, merupakan wilayah kerjaan bawahan atau kabupaten yang dipimpin oleh Paduka Bhattara atau gubernur.
3)     Watak, wilayah setingkat kecamatan yang dipimpin oleh wiyasa.
4)     Wanua, wilayah setingkat desa yang dipimpin oleh lurah.
5)     Kabuyutan, wilayah setingkat dusun kecil.
c.      Kehidupan Ekonomi
Pada puncak kejayaannya, perekonomian Majapahit berkembang pesat. Masyarakat Majapahit sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Komoditas utama dari sektor pertanian adalah beras. Pada abad XIV Masehi Majapahit merupakan kerajaan pengekspor beras terbesar di Indonesia.
Selain digunakan untuk irigasi pertanian, Sungai Brantas digunakan sebagai sarana transportasi dan perdagangan. Pemerintah Majapahit membangun pusat-pusat perdagangan di tepi sungai tersebut. Bahkan, salah satu pelabuhan utama Majapahit, yaitu Hujung Galuh dibangun di hilir Sungai Brantas. Bersama dua pelabuhan lainnya, yaitu Surabaya dan Tuban, Majapahit mengembagkan sektor perdagangan maritim.

Untuk memperlancar kegiatan perdagangan, Majapahit mencetak mata uang sebagai alat pembayaran yang sah. Mata uang tersebut dikenal dengan sebutan kepeng dan gobog. Selain dari sektor pertanian dan perdagangan, pemerintah Majapahit berhasil memperoleh pendapatan yang besar dari sektor pajak atau upeti. Majapahit berhasil menaklukkan banyak kerajaan lokal di Indonesia. Setiap tahun kerajaan-kerajaan tersebut mengirim berbagai upeti kepada Majapahit.
d.      Kehidupan Agama
Pemerintah Majapahit hanya mengakui agama Hindu dan Buddha sebagai agama resmi kerajaan. Pengakuan ini terlihat karena adanya lembaga agama Dharmayaksa ring kaisawan (Hindu) dan Dharmayaksa ring Kasogatan (Buddha).
Meskipun hanya agama Hindu-Buddha yang diakui, tetapi kerajaan Majapahit tetap menunjukkan toleransi terhadap perkembangan agama lain. Bahkan, pada masa akhir pemerintahan Hayam Wuruk agama Islam sudah mulai dianut bangsawan Majapahit. Perkembangan Islam di Majapahit dibuktikan dengan adanya penemuan beberapa batu nisan makam Islam di daerah Trowulan dan Troloyo yang berasal dari abad XIV Masehi.
e.      Kehidupan Sosial
Dalam kerajaan Majapahit terdapat beragam penganut agama. Tetapi, masyarakatnya dapat hidup rukun dan berdampingan. Kondisi ini dilukiskan oleh Mpu Tantular dalam kitab Sutasoma dengan kalimat Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda, tetapi tetap satu.
f.       Kehidupan Budaya
Kerajaan Majapahit sangat memperhatikan perkembangan seni budaya. Salah satu aspek budaya yang berkembang pesat adalah kesastraan. Para Raja Majapahit sangat peduli dengan kesastraan. Para pujangga Majapahit menulis karya sastra berikut :
1.      Kitab Negarakertagama, karya Mpu Prapanca (Kerajaan Majapahit dan daerah jajahannya.
2.      Kitab Sutasoma, karya Mpu Tantular (Kerukunan hidup beragama di Majapahit. Dalam kitab ini terdapat ungkapan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa yang kemudian dipakai semboyan NKRI)
3.      Kitab Arjuna Wijaya karya Mpu Tantular (pertempuran antara raksasa dan Arjuna Sasrabahu)
4.      Kitab Tantu Pagelaran (pemindahan Gunung Mahameru ke Pulau Jawa oleh Brahma, Wisnu, dan Syiwa)
5.      Kitab Panjiwijayakrama (riwayat Raden Wijaya hingga menjadi Raja Majapahit)
6.      Kitab Usana Jawa (penaklukan Bali oleh Gajah Mada dan Aryadamar)
7.      Kitab Pararaton (riwayat Raja-Raja Singasari dan Majapahit)
8.      Kitab Ranggalawe (pemberontakan Ranggalawe)
9.      Kitab Sorandakan (pemberontakan Sora)
10. Kitab Sundayana (Peristiwa Bubat)


Selain kesastraan, seni bangunan di Majapahit berkembang pesat. Sebagian besar bangunan di kompleks istana dan kotaraja Majapahit memiliki dinding batu bata, atap genting, dan saluran pembuangan yang terbuat dari pipa tanah liat. Seni bangunan oleh raja-raja Majapahit seperti Candi Penataran, Tegalwangi, Sumberjati, Tikus, Brahu, Kedaton, Wringin Lawang, dan Bajang Ratu. Peninggalan tersebut masih dapat dinikmati keindahannya, namun kita juga harus melestarikan peninggalan tersebut dengan cara mengikuti petunjuk pengelola dan menjaga ketertiban di lokasi peninggalan sejarah.

Nenek Moyang Bangsa Indonesia

September 29, 2015
A.   Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Menurut von Hiene Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunnan di Cina Selatan, yaitu di antara sungai-sungai besar Yang-tse, Sungai Mekhong, dan Sungai Menam.  Nenek moyang bangsa Indonesia adalah para pelaut ulung. Sejak 2000 SM hingga 50 SM, terjadi gelombang perpindahan penduduk dari bagian Asia (Yunan) ke wilayah nusantara.
Pendapat ini dikuatkan dengan adanya kesamaan hasil kebudayaan yang ditemukan berupa beliung atau kapak persegi di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi bagian barat. Alat berupa kapak persegi atau beliung ini juga ditemukan di Siam, Malaka, Burma, Vietnam, Kamboja, dan terutama di Yunnan. Penduduk dari Yunnan bergerak ke arah selatan sampai ke wilayah Vietnam.
Sebagian menetap di wilayah ini, sebagian lagi melanjutkan perjalanan berlayar untuk mencari tempat tinggal yang baru. Dengan menggunakan perahu bercadik mereka secara bergelombang berlayar akhirnya sampai ke Kepulauan Nusantara. Tersebarlah orang-orang dari Yunnan itu ke nusantara. Mereka kemudian menetap dan mengembangkan kebudayaan di Indonesia.
1)      Bangsa Melanesia/ Papua Melanosoid
Bangsa Melanesia termasuk ras Negroid yang mempunyai ciri-ciri antara lain kulit kehitam-hitaman, rambut hitam dan keriting, bibir tebal, badan tegap, dan hidung lebar. Bangsa ini tersebar di Riau, yaitu suku Sakai/ Siak dan suku bangsa Papua Melanosoid yang mendiami pulau Papua, Kepualauan Kei, dan Kepulauan Melanesia.
Manusia wajak atau manusia solo diperkirakan nenek moyang dari manusia Melanosoid yang menjadi penduduk pulau papua dan Australia sebelum naiknya permukaan laut pada akhir zaman glasial (zaman es). Di papua sebagian kelompok wajak berkembang menjadi masyarakat yang mempunyai kebudayaan berburu dan meramu. Pada masa sekarang bkas-bekas itu dapat ditemukan di daerah teluk McCluer dan teluk Triton di kepala Cenderawasih. Bekas-bekas itu berupa tempat-tempat perlindungan di bawah karang atau yang disebut abris sous roche.
Mereka kemudian mengambangkan budaya perahu yang digunakan sebagai sarana untuk menangkap ikan di rawa-rawa dan di sepanjang panatai atau di muara sungai. Setelah berhasil mengembangkan budaya perahu, manusia yang menjadi penduduk Papua ini sebagian bermigrasi kea rah timur dan menjadi penduduk Kepulauan Malanesia. Tempat yang pernah mereka gunakan dapat dijadikan bukti dengan adanya lukisan dinding dan alat-alat dari batu. Hal ini dapat memperkuat dugaan bahwa penduduk Pulau Papua, Kepulauan Malanesia, dan Australia berasal dari arah barat menyebar ke timur.
2)      Bangsa Proto Melayu
Proto Melayu atau Melayu Tua adalah istilah untuk Melayu "gelombang" pertama dari dua "gelombang" migrasi yang dulu diperkirakan terjadi dalam pendudukan Nusantara oleh penutur bahasa Austronesia. Menurut teori "dua gelombang" ini, termasuk Melayu Tua di Indonesia adalah Toraja (Sulawesi Selatan), Sasak (Lombok), Dayak (Kalimantan Tengah), Batak (Sumatera Utara), Nias (pantai barat Sumatera Utara), Rejang, dll. 
Sekitar tahun 2.000 SM diduga bangsa Proto Melayu (Melayu Tua) telah tiba di Kepulauan Nusantara. Bangsa yang pertama kali datang ke Indonesia menjadi pembawa kebudayaan neolithikum dalam dua cabang persebaran. Cabang pertama yaitu bangsa yang membawa kebudayaan kapak lonjong yang disebut sebagai ras Papua-Melanosoid.
Arah persebarannya dari Yunnan lewat Filipina, kemudian ke Sulawesi Utara, Maluku, dan ada yang sampai ke Irian.Sedangkan cabang yang kedua adalah bangsa Proto Melayu yang disebut ras Austronesia. Arah gelombang cabang yang kedua ini dimulai dari Yunnan kemudian ke Malaya, Sumatera,Jawa, Nusa Tenggara, dan pulau-pulau lainnya. Jenis kebudayaan yang mereka bawa berupa kapak persegi.
3)      Bangsa Deutero Melayu
Sekitar tahun 500 SM bangsa Deutero Melayu (Melayu Muda) tiba di Kepulauan Nusantara. Mereka datang membawa kebudayaan logam yang berasal dari Dongson, di Vietnam Utara. Benda-benda logam yang mereka bawa di antaranya berupa nekara, candrasa, bejana perunggu, manik-manik, arca dan sebagainya. Rute persebaran nenek moyang dari kelompok Melayu Muda ini dimulai dari daratan Asia ke Thailand, Malaysia Barat, lalu menuju tempat-tempat di Kepulauan Nusantara. Bangsa yang tiba pada gelombang terakhir ini masih tergolong ras Austronesia. Nenek moyang kita dari ras Papua- Melanesoid, Austronesia, dan sisa ras Austro-Melanesoid lantas melahirkan bermacam-macam suku bangsa yang tersebar di seluruh pelosok wilayah Nusantara seperti sekarang ini. 
Bangsa Deutro Melayu memiliki ciri fisik yang tidak jauh berbeda dengan mayoritas penduduk Indonesia saat ini. Ciri fisik bangsa Deutro Melayi di antaranya tinggi badan 135-180 cm, berat badan 30-75 kg, warna kulit antara kuning langsat dan cokelat hitam, warna rambut antara cokelat dan hitam, serta bentuk rambut antara lurus dan keriting.





Kedatangan Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Gelombang
Suku Bangsa
Jalur Kedatangan
Peninggalan
Kebudayaan
Keturunan
Pertama
Proto Melayu
(Melayu Tua)
Masuk ke Indonesia sekitar tahun 2000 SM. Ras
Austromelanesoid
  • Dari Cina Selatan lewat Taiwan, lalu menyebar ke Sulawesi, Maluku, dan Papua.
  • Dari Cina Selatan lewat Semenanjung Malaysia, masuk Sumatera, lalu menyebar ke Kalimantan, Jawa terus ke Bali dan Nusa Tenggara
·         Kapak Lonjong
·         Kapak Persegi
·         Suku Toraja
·         Suku Nias,
·         Dayak
·         Sasak
·         dan Batak
Kedua
Deutro Melayu
(Melayu Muda)
Masuk ke Indonesia
sekitar tahun 500
SM.Ras Mongoloid
  • Dari Cina Selatan lewat Thailand dan Malaysia lalu menyebar sepanjang daerah pantai Indonesia
·         Perhiasan, nekara,
·         kapak corong,
·         chandrasa, dan
·         moko.
·         Suku Minang,
·         Bugis
·          Jawa
·         Bali.





Rangkuman Konsep Dasar Ilmu Ekonomi Kelas X

September 28, 2015
A. PENGERTIAN ILMU EKONOMI
    Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.





    Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

      Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya.



      Menurut Prof. Paul Anthony Samuelson,Ilmu ekonomi adalah studi tentang manusia dalam kegiatan hidup mereka sehari-hari untuk mendapat dan menikmati kehidupan.

      Menurut Lipsey, Ilmu ekonomi merupakan suatu studi tentang pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

     Menurut Richard G. Lipsey, Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi keinginan manusia yang tidak terbatas.




          B. PEMBAGIAN ILMU EKONOMI DAN CABANG ILMU EKONOMI
1.     Ekonomi Deskriptif
Bekerja dengan mengumpulkan informasi-informasi faktual mengenai masalah ekonomi. Ekonomi deskriptif menggambarkan keadaan perekonomian yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Hasilnya berupa fakta-fakta atau data empiris. Contoh : jumlah angkatan kerja, struktur serikat , asal usul serta sejarah lembaga ekonomi. Pada ekonomi deskriptif tidak ada penjelasan mengapa fakta-fakta tersebut terjadi dan tidak ada pernyataan evaluatif atau penilaian pada fakta-fakta itu.
2.     Teori Ekonomi
Berusaha menggeneralisasi data-data ekonomi dan memberikan penafsiran terhadap data tersebut. Teori ekonomi merupakan kumpulan asas atau hukum ekonomi yang digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan kebijakan ekonomi (menerangkan hubungan antara peristiwa-peristiwa ekonomi dan merumuskan hubungan tersebut dalam suatu hukum ekonomi). Data-data sudah disusun, diolah dan diuji coba.
Teori ekonomi terbagi atas ekonomi makro dan mikro :
1)      Ekonomi Makro :khusus mempelajari mekanisme kerja perekonomian secara keseluruhan. Ekonomi makro meneliti fenomena ekonomi yang luas. contoh : tingkat pengangguran, pendapatan nasional, tingkat pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tingkat harga. Tujuannya untuk memahami berbagai peristiwa ekonomi dan merumuskan serta memperbaiki kebijakan ekonomi.
2)      Ekonomi Mikro : mempelajari perilaku individu dan rumah tangga produksi atau perusahaan dalm membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas.
Ekonomi Terapan
Merupakan cabang ilmu ekonomi yang menggunakan hasil kajian teori ekonomi untuk menjelaskan fakta-fakta yang dikumpulkan ekonomi deskriptif. Dipandang sebagai sarana untuk solusi bagi masalah-masalah praktis. Ekonomi terapan antara lain menggunakan teori ekonomi, pengukuran dan metode analisis statistik, serta ekonometrika untuk menjelaskan fenomena ekonomi dan untuk menginformasikan kebijakan ekonomi.

8 Cabang Ilmu Ekonomi :
1.     Ilmu ekonomi moneter : membahas tentang uang, perbankan, dan lembaga keuangan lainnya. Juga berbagai aspek yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan hal tersebut. Seperti inflasi, jumlah uang yang beredar, dan tingkat suku bunga.
2.     Ilmu ekonomi publik : membahas tentang kebijakan pemerintah dalam perekonomian. Seperti APBN, APBD, utang pemerintah, pajak, dan retribusi.
3.     Ilmu ekonomi industri : membahas interaksi perusahaan dalam suatu industri. Dapat berupa persaingan usaha, kinerja perusahaan, atau kartel. Pembahasan ini termasuk dalam lingkup ekonomi mikro.
4.     Ilmu ekonomi internasional : membahas tentag kegiatan perekonomian antarbangsa atau antarnegara. Seperti transaksi perdagangan antarnegara, aliran investasi antarnegara, dan neraca pembayaran.
5.     Ilmu ekonomi regional : membahas interaksi ekonomi antar wilayah dan proses pengembangan suatu wilayah.
6.     Ilmu ekonomi sumber daya alam (SDA) : membahas masalah dan alokasi sumber daya alam yang optimal menurut ekonomi. Misal, eksternalitas positif dan negatif.
7.     Ilmu ekonomi sumber daya manusia (SDM) : membahas faktor produksi tenaga kerja. Seperti masalah pengangguran, upah minimum, dan tingkat pendidikan calon tenaga kerja.
8.     Ilmu ekonomi syariah : bertujuan untuk menerapkan ekonomi Islam. Pokok bahasannya antara lain prinsip bagi hasil, penghapusan riba pada perekonomian, dan zakat.

C. PRINSIP EKONOMI
    Prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi adalah dasar berpikir untuk menghasil barang atau jasasebanyak-banyaknya dengan biaya produksi dan pengorbanan tertentu. Atau, dengan biaya produksi dan pengorbanan yang serendah-rendahnya diperoleh barang atau jasa tertentu. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi adalah sebagai berikut:
Menggunakan bahan baku berkualitas terbaik tetapi dengan harga yang paling murah.
Mendirikan tempat usaha yang dekat dengan bahan baku, tenaga kerja, atau daerah pemasaran.
Menggunakan sumber daya seperti modal, tenaga kerja, dan waktu seefisien mungkin.
Menggunakan tenaga kerja terampil.
Menggunakan mesin modern dengan produktivitas tinggi tetapi dengan biaya yang rendah.
    Prinsip ekonomi dalam kegiatan distribusi adalah upaya menyampaikan barang dan jasa dari produsen ke konsumen dalam jumlah, mutu, dan waktu yang tepat dengan biaya tertentu. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan distribusi adalah sebagai berikut.

Menyalurkan barang dengan tepat waktu.
Menggunakan sarana distribusi yang murah.
MemiIih lokasi perusahaan di antara produsen dan konsumen.
Meningkatkan mutu pelayanan.
Membeli barang pada produsen yang tepat.
    Prinsip ekonomi dalam kegiatan konsumsi adalah dasar berpikir untuk memperoleh kepuasan sebesar-besarnya dari satu barang atau jasa dengan anggaran dan pengorbanan tertentu. Atau, dengan anggaran dan pengorbanan yang sekecil-kecilnya, diperoleh kepuasan dari barang atau jasa tertentu. Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan konsumsi adalah sebagai berikut.
Membeli barang dengan kualitas bagus.
Membeli barang dengan harga murah.
Memilih barang sebelum membelinya.
Membeli barang sesuai dengan kebutuhan.
Membuat daftar kebutuhan barang penerapan dengan skala prioritas.
D. KEGIATAN EKONOMI
    Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan orang dalam bidang ekonomi untuk menghasilkan pendapatan dalam rangka memenuhi kebutukan hidup.
Kegiatan ekonomi secara garis besarnya meliputi produksi, distribusi dan konsumsi.

    1.) Produksi adalah kegiatan menambah faedah ( kegunaan ) suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Produksi di bagi menjadi dua macam yaitu produksi barang dan produksi jasa.
    2.) Distribusi adalah suatu proses penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai, sewaktu dan dimana barang atau jasa tersebut diperlukan. Proses distribusi tersebut pada dasarnya menciptakan faedah (utility) waktu, tempat, dan pengalihan hak milik
    3.) Konsumsi adalah tindakan menghabiskan atau mengurangi secara berangsur-angsur manfaat suatu barang dalam memenuhi kebutuhan untuk memelihara kelangsungan hidupnya. Tujuan konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup.Fungsi dari komsumsi adalah agar kelangsungan hidup tetap terjaga,




          E. MOTIF EKONOMI
Pengertian Motif Ekonomi


    Keinginan yang berperan sebagai pendorong itu dinamakan Motif. Kata motif  berasal dari bahasa latin yaitu motus yang artinya penggerak atau pendorong. Semua kegiatan ekonomi juga tidak lepas dari keinginan yang melatar belakanginya. Jadi Pengertian motif ekonomi adalah Alasan atau keinginan yang mendorong seseorang melakukan kegiatan ekonomi. Usaha manusia dalam melakukan kegiatan ekonomi tersebut berbeda beda dan bermacam ragamnya, akibatnya motif ekonomi yang melatar belakanginya juga bermacam macam. Motif ekonomi bisa datang dari dalam diri manusia dan juga dapat datang dari luar. Motif yang datang dari dalam manusia disebut Motif Intrinsik , motif yang datang dari luar (orang lain) disebut Motif Ekstrinsik.  Kedua motif tersebut terdapat contoh dan pengertian nya sendiri, berikut :
    1.) Motif intrinsik merupakan keinginan untuk memperoleh barang atau jasa atas kesadaran sendiri.
   Contoh : Karena Belajar ingin pintar, Karena ngantuk ingin tidur, Karena haus ingin minum.
   2.) Motif ekstrinsik merupakan keinginan untuk memperoleh barang ataupun jasa karena dorongan orang lain atau pihak luar.
    Contoh : Budi dan Teguh berbelanja di Supermaket "A" karena menurut teman temanya harga barang di situ lebih murah. Indah bekerja di pabrik tekstil "B" karena menurut teman bapak gajinya lebih tinggi.
          F. POLITIK EKONOMI
    Politik ekonomi atau kebijakan ekonomi adalah cara-cara yang ditempuh atau tindakan-tindakan yang diambil oleh pemerintah di bidang ekonomi dalam upaya mencapai kemakmuran rakyat.

Beberapa sarana politik ekonomi yang penting:
Politik moneter, merupakan kebijakan pemerintah dalam mengatur keuangan dan perkreditan negara. Misalnya, kebijakan mengenai jumlah uang yang beredar, pemberian kredit, dan tinggi rendahnya suku bunga.
1)      Politik Fiskal, merupakan kebijakan pemerintah dalam bidang mengatur kebijakan negara, naik di bidang anggaran maupun perpajakan.
2)      Politik Produksi, adalah kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan peningkatan prduksi dalam negeri dengan menggunakan sumber-sumber alam secara efisien.
3)      Politik perdagangan luar negeri, merupakan kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan ekspor impor, neraca pembayaran, utang luar negeri, kurs valuta asing, dan kerja sama internasional.
4)      Politik harga dan upah, adalah kebijakan pemerintah dalam pengawasan dan pengendalian harga-harga barang dan upah yang merupakan bagian penting dalam usaha stabilitas dalam bidang ekonomi.
5)      Politik sosial dan ketenagakerjaan, merupakan kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan penciptaan kesempatan kerja, hubungan tenaga kerja, dan kesejahteraan tenaga kerja.

G. PERNYATAAN POSITIF DAN PERNYATAAN NORMATIF DALAM EKONOMI.
1)    Pernyataan positif

Ø  Pernyataan positif menggambarkan fakta-fakta dari kegiatan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Fakta-fakta ini berhubungan dengan perkiraan tentang hal yang sudah terjadi dan hal yang akan terjadi. Contohnya, produsen atau pengusaha yang memanfaatkan sumber daya ekonomi secara efisien akan menghasilkan barang yang murah sehingga mendapat laba maksimum. Akibat penggunaan sumber daya ekonomi yang efisien, pendapatan akan meningkat. Mereka yang terlibat dalam kegiatan ini akan menjadi kaya. Contoh lainnya, penerapan teknologi di bidang pertanian dapat membuat hasil pertanian meningkat. Kemakmuran pun akan bertambah. Akan tetapi, fakta di lapangan sering meperlihatkan bahwa orang yang berhasil dalam sektor pertanian hanya sedikit. Hal ini disebabkam hanya sebagian warga yang aktif dalam kegiatan produksi, sedangkan warga yang lain hanya menjadi konsumen. Akibatnya, hanya sebagian orang yang dapat menikmati kekayaan. Kasus seperti ini merupakan pernyataan positif dan dapat ditelaah kebenarannya dengan menggunakan data atau fakta yang tersedia.


Pernyataan Positif dan Pernyataan Normatif dalam Ekonomi
2)   Pernyataan normatif
Ø  Ekonomi normatif terutama berkaitan dengan kriteria kebijakan yang optimal. Ilmu ekonomi normatif menggunakan studi empiris dan prediksi ekonomi positif, serta menggabungkan keduanya dengan pertimbangan nilai yang mencerminkan gagasan ideal tentang masyarakat dalam rangka untuk memperloeh rekomendasi kebijakan. Contohnya, apakah lembaga administratif pemerintahan lebih baik daripada pasar dalam menampung perubahan pola permintaan air? Berapa besar polusi yang dapat diperkenankan? Haruskah proyek penyediaan air tertentu dilakukan? Dalam pernyataan normatif, peretantangan antara hal yang baik dan buruk menjadi perhatian. Pernyataan ekonomi normatif banyak digunakan oleh penasihat ekonomi. Contohnya, dalam pernyataan positif dikatakan bahwa sebaiknya pajak dikenakan pada setiap orang yang menerima penghasilan. Di sisi lain, pernyataan normatif mengatakan agar pemungutan pajak harus menyejahterakan setiap orang. Pernyataan ekonomi normatif memfokuskan pemikiran terhadap hal-hal yang sebaiknya terjadi untuk kesejahteraan masyarakat.


H. METODOLOGI ILMU EKONOMI
Metodologi ekonomi adalah ilmu yang mempelajari metode, umumnya metode ilmiah, yang berhubungan dengan ekonomi, termasuk prinsip tentang pertimbangan ekonomi. Istilah 'metodologi' juga umum meskipun salah dan digunakan sebagai sinonim dari 'metode'.

Masalah-masalah metodologi yang dibahas, termasuk kesamaan dan kemiripan dengan ilmu alam dan ilmu sosial lain, yaitu:

Ø  pengertian ekonomi
Ø  cakupan ilmu ekonomi seperti yang ditetapkan metodenya
Ø  prinsip dasar dan kepentingan operasi teori ekonomi
Ø  individualisme metodologis versus holisme dalam ekonomi
Ø  aspek penyederhanaan asumsi bermanfaat dan prediktif vs. realistis, termasuk pilihan rasional dan peningkatan keuntungan.
Ø  status ekonomi secara ilmiah
Ø  keseimbangan pendekatan secara empiris dan a priori
Ø  batas dan penggunaan metode eksperimental
Ø  analisis metode matematika dan aksiomatik dalam ekonomi
Ø  penulisan dan retorika ekonomi
Ø  analisis teori dan praktik dalam ekonomi kontemporer.
TAHAP METODOLOGI ILMU EKONOMI
1)      Melakukan observasi dan memilih teori
2)      Mengidentifikasi permasalahan serta menentukan variabel dan hipotesis.
3)      Menggunakan asumsi dan model
a)      Penggunaan Model Diagram Aliran Sirkuler
b)      Penggunaan Model Kurva Batas Kemungkinan Produksi


I. KEGUNAAN ILMU EKONOMI
Manfaat mempelajari Ilmu Ekonomi
Pengertian Ilmu Ekonomi secara umum : yaitu suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari cara / sistem tingkah laku manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup agar mencapai kemakmuran.

Manfaat mempelajari ilmu Ekonomi :
1)      Setiap manusia pasti berusaha mengatur kebutuhan ekonominya, maka dari itu ilmu ekonomi sangat berperan penting di sektor kebutuhan manusia.
2)      Ilmu ekonomi sangat berperan penting bagi suatu daerah, baik daerah kecil maupun besar seperti negara, karena ilmu ini dapat meningkatkan taraf hidup Sumber Daya Manusia.
3)      Ilmu ekonomi sangat berperan penting dalam mengatur prinsip kebutuhan pokok sosial / masyarakat.
4)      Mempelajari ilmu ekonomi dapat melatih seseorang agar berjiwa Sosial dan bersifat teliti ( cermat ) serta ekonomis.
5)       Mempelajari ilmu ekonomi dapat melatih seseorang agar mampu mengatur atau mengelola nilai nominal dengan baik dan bijak.
6)      Mempelajari ilmu ekonomi sangat penting ,dan hal pokok bagi setiap masyarakat khususnya dalam ruang lingkup keluarga, tujuannya agar dapat dengan cermat mengatur skala prioritas kebutuhan dari keperluan yang terpenting/ mendesak terlebih dahulu.
7)       Mempelajari ilmu ekonomi melatih seseorang agar dapat mandiri dalam berwirausaha dan mengelola kebutuhanya.